orang miskin berhak sekolah
ketika kudengar selogan "orang miskin harus sekolah" betapa hatiku sangat bahagia karna impianku yang selama ingin bersekolah akhirnya akan menjadi kenyataan. sangkin bahagianya aku tak tahu harus berkata apa. ingin rasanya aku berterima kasih kepada mereka (para pejabat), tapi aku tak tahu harus berterima kasih kepada siapa karna tak mungkin aku akan dapat bertemu mereka untuk berterima kasih karna kesibukan mereka.
hembusan nafas legah terdengar begitu jelas ditelingaku, ketika ku beristirahat karna lelah seharian harus bekerja. tapi semua terbayarkan ketika ku mengingat selogan itu lagi. senyuman bahagia yang tak pernah usai aku perlihatkan disetiap aku melangkah, senyuman ini adalah gambaran perasaanku yang sangat bahagia.
ya Allah inikah jawaban dari setiap do'a yang aku lantunkan setiap hari, setiap malam. akhirnya Engkau jawab sudah do'aku. ya Allah terima kasih atas kebahagiaan ini.
Ayah, ibu aku akan segera sekolah, impianku yang selama ini aku inginkan akan terwujud, ayah, ibu kalian bahagiakan jika mendengar semua ini. menjadi " DOKTER" adalah impian yang ingin aku capai, aku ingin menyembuhkan saudara-saudaraku yang sakit ketika mereka sakit, aku ingin menolong mereka ketika mereka butuh pertolongan sehingga tak perlu lagi berlari kesana-kemari untuk sebuah obat yang mereka butuhkan.
namun semua harapan musnah, pupus sudah impian yang selami ini aku inginkan, senyuman yang selama ini terus tergambar dipipiku yang selalu menghiasi langkahku, kini berganti menjadi rasa amarah, sedih, dan kecewa, ketika kulihat selogan yang terpampang jelas dimataku.
"apa...orang miskin dilarang sekolah?". hanya ekspresi yang tak dapat kujelaskan ketika kumelihat selogan itu.
tak bisakah kami (orang miskin) merasakan sedikit kebahagiaan, walau hanya secuil dari kebahagiaan orang kaya. kami ingin merasakannya juga, seperti kalian (orang kaya), aku tahu kami orang tak punya, tapi kami masih punya impian yang tak akan terkubur hingga sampai maut datang memanggil.
tak salahkan kami mempunyai mimpi sama seperti kalian?". ingin merasakan dunia yang begitu indah, tidur dikasur yang begitu nyaman, tidak kedinginan karna beratapkan langit dan makan makanan yang enak.
tenang saja kami tidak akan bermimpi terlalu tinggi seperti kalian kami hanya bermimpi bisa hidup layak, mungkin itu sudah mewakili mimpi kami yang paling terbesar. hanya itu yang dapat kami impikan untuk saat ini, hanya ingin hidup layak sepertti kalian mungkin sudah cukup.
tapi jika kalian ingin tahu apa mimpi terbesar kami!, mimpi itu adalah ketika kami terbangun matahari dapat menyinari kami dengan damai, yaitu "anak cucu kami tidak akan bernasip sama seperti yang kami alami sekarang". ketika kami kelaparan harus meminta sisa makanan orang yang sudah dibuang, ketika kami kehujana harus bertedu dibawa gubuk yang bahkan tak akan dapat menghindari kami dari air hujan, dan ketika kami kedinginan kami tak dapat menyelimuti diri kami sendiri.
tapi semua tak akan aku sesali karna ini adalah takdir yang harus aku jalani.
namun satu yang aku inginkan, orang miskin harus sekolah, sekolah bukanlah milik orang kaya, tetapi orang miskin juga punya hak untuk sekolah. jangan merasa rendah ketika kau tak punya apa-apa, tapi banggalah ketika kau punya prestasi yang kau punya,(keberania untuk hidup biasa). karna belum tentu mereka dapat menghadapi cobaan yang telah engkau hadapi dengan pahit, bahagia sedih dan air mata.
hembusan nafas legah terdengar begitu jelas ditelingaku, ketika ku beristirahat karna lelah seharian harus bekerja. tapi semua terbayarkan ketika ku mengingat selogan itu lagi. senyuman bahagia yang tak pernah usai aku perlihatkan disetiap aku melangkah, senyuman ini adalah gambaran perasaanku yang sangat bahagia.
ya Allah inikah jawaban dari setiap do'a yang aku lantunkan setiap hari, setiap malam. akhirnya Engkau jawab sudah do'aku. ya Allah terima kasih atas kebahagiaan ini.
Ayah, ibu aku akan segera sekolah, impianku yang selama ini aku inginkan akan terwujud, ayah, ibu kalian bahagiakan jika mendengar semua ini. menjadi " DOKTER" adalah impian yang ingin aku capai, aku ingin menyembuhkan saudara-saudaraku yang sakit ketika mereka sakit, aku ingin menolong mereka ketika mereka butuh pertolongan sehingga tak perlu lagi berlari kesana-kemari untuk sebuah obat yang mereka butuhkan.
namun semua harapan musnah, pupus sudah impian yang selami ini aku inginkan, senyuman yang selama ini terus tergambar dipipiku yang selalu menghiasi langkahku, kini berganti menjadi rasa amarah, sedih, dan kecewa, ketika kulihat selogan yang terpampang jelas dimataku.
"apa...orang miskin dilarang sekolah?". hanya ekspresi yang tak dapat kujelaskan ketika kumelihat selogan itu.
tak bisakah kami (orang miskin) merasakan sedikit kebahagiaan, walau hanya secuil dari kebahagiaan orang kaya. kami ingin merasakannya juga, seperti kalian (orang kaya), aku tahu kami orang tak punya, tapi kami masih punya impian yang tak akan terkubur hingga sampai maut datang memanggil.
tak salahkan kami mempunyai mimpi sama seperti kalian?". ingin merasakan dunia yang begitu indah, tidur dikasur yang begitu nyaman, tidak kedinginan karna beratapkan langit dan makan makanan yang enak.
tenang saja kami tidak akan bermimpi terlalu tinggi seperti kalian kami hanya bermimpi bisa hidup layak, mungkin itu sudah mewakili mimpi kami yang paling terbesar. hanya itu yang dapat kami impikan untuk saat ini, hanya ingin hidup layak sepertti kalian mungkin sudah cukup.
tapi jika kalian ingin tahu apa mimpi terbesar kami!, mimpi itu adalah ketika kami terbangun matahari dapat menyinari kami dengan damai, yaitu "anak cucu kami tidak akan bernasip sama seperti yang kami alami sekarang". ketika kami kelaparan harus meminta sisa makanan orang yang sudah dibuang, ketika kami kehujana harus bertedu dibawa gubuk yang bahkan tak akan dapat menghindari kami dari air hujan, dan ketika kami kedinginan kami tak dapat menyelimuti diri kami sendiri.
tapi semua tak akan aku sesali karna ini adalah takdir yang harus aku jalani.
namun satu yang aku inginkan, orang miskin harus sekolah, sekolah bukanlah milik orang kaya, tetapi orang miskin juga punya hak untuk sekolah. jangan merasa rendah ketika kau tak punya apa-apa, tapi banggalah ketika kau punya prestasi yang kau punya,(keberania untuk hidup biasa). karna belum tentu mereka dapat menghadapi cobaan yang telah engkau hadapi dengan pahit, bahagia sedih dan air mata.


Komentar
Posting Komentar
Terima kasih anda telah mengomentari blog ini, semoga dengan komentar anda semua, saya bisa memperbaiki kesalah yang terdapat di blog ini... :-)